Berita

Kenali Diare, Cegah Dehidrasi! Edukasi Mahasiswa Farmasi UMB di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan

21 September 2026
Servo ITRSHAA
8 Tayangan
3 Menit Baca
Kenali Diare, Cegah Dehidrasi! Edukasi Mahasiswa Farmasi UMB di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan

RSUD H. Abdul Aziz Marabahan, 17 September 2026 — Suasana pelayanan di RSUD H. Abdul Aziz Marabahan pada Kamis, 17 September 2026, turut diwarnai kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB). Dengan suasana yang komunikatif dan interaktif, para mahasiswa mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat penyakit diare, penyebab, tanda bahaya, hingga langkah pencegahannya.

Kegiatan edukasi berlangsung dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami. Para mahasiswa menyampaikan materi secara langsung kepada masyarakat sambil berdialog dan menjawab berbagai pertanyaan seputar diare yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi yang Interaktif dan Dekat dengan Masyarakat

Suasana kegiatan terlihat cukup antusias. Masyarakat yang mengikuti edukasi menyimak penjelasan mahasiswa dan sesekali terlibat dalam diskusi. Beberapa pertanyaan juga disampaikan, terutama mengenai penyebab diare, cara menangani diare di rumah, penggunaan oralit, serta kapan penderita diare perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Interaksi dua arah tersebut membuat kegiatan edukasi terasa lebih dekat dan tidak kaku. Mahasiswa menggunakan bahasa daerah dan bahasa sederhana sehingga informasi kesehatan dapat dipahami oleh berbagai kalangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, tetapi juga belajar berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari pengalaman praktik di lingkungan pelayanan kesehatan.

Kenali Diare dan Penyebabnya

Diare merupakan kondisi ketika seseorang mengalami buang air besar dengan konsistensi lebih cair dan frekuensi yang lebih sering dari biasanya. Diare dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain infeksi virus, bakteri, maupun parasit, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kondisi lingkungan dan sanitasi yang kurang baik.

Dalam edukasinya, mahasiswa Farmasi UMB menjelaskan bahwa diare tidak boleh dianggap sepele, terutama apabila terjadi berulang atau disertai tanda-tanda dehidrasi.

Waspadai Dehidrasi

Salah satu risiko utama akibat diare adalah dehidrasi, yaitu kondisi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit dalam jumlah cukup banyak. Tanda-tanda dehidrasi antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, lemas, berkurangnya frekuensi buang air kecil, serta pada kondisi yang lebih berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Oralit dapat digunakan untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit pada penderita diare sesuai petunjuk penggunaan.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi obat antidiare maupun antibiotik tanpa anjuran tenaga kesehatan. Penggunaan obat perlu disesuaikan dengan kondisi dan penyebab diare.

Belajar, Berbagi, dan Mengedukasi

Bagi mahasiswa Farmasi UMB, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam komunikasi kesehatan secara langsung. Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi praktis mengenai cara mengenali, mencegah, dan menangani diare secara tepat.

Kehadiran mahasiswa di lingkungan rumah sakit juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan. Interaksi yang berlangsung secara langsung menciptakan suasana belajar bersama—mahasiswa mendapatkan pengalaman lapangan, sementara masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa pencegahan diare dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan tangan, makanan, air, dan lingkungan.

Kenali diare, cegah dehidrasi, jaga kebersihan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila keluhan berlanjut atau muncul tanda bahaya.

Bagikan Artikel Ini