Berita

PERAWATAN KULIT DI MUSIM KEMARAU

06 October 2026
Servo ITRSHAA
18 Tayangan
3 Menit Baca
PERAWATAN KULIT DI MUSIM KEMARAU

Suhu Panas dan Paparan Sinar UV

Suhu dan kelembapan mempengaruhi lapisan kulit terluar yaitu stratum korneum secara langsung. Cuaca yang kering dan suhu panas pada musim kemarau mempercepat penguapan air dari permukaan kulit sehingga kelembapan alami kulit menurun drastis. Udara dengan tingkat kelembapan rendah menarik cairan dari lapisan terluar kulit, sementara panas meningkatkan produksi keringat yang justru mempercepat kekeringan kulit sehingga memicu peradangan kulit. Kondisi ini melemahkan skin barrier-lapisan pelindung alami kulit, membuat kulit terasa kering, kasar, ketat, bahkan mengelupas dan gatal.

Dampak rusaknya lapisan pelindung kulit:

· Iritasi

· Dermatitis

· Eksim

· Infeksi bakteri/jamur

Selain itu, paparan sinar UV yang lebih intens saat kemarau juga memperparah kerusakan kulit, memicu kusam, penuaan dini, dan hiperpigmentasi. Di sisi lain, peningkatan produksi keringat dan minyak yang bercampur dengan debu akan menyumbat pori-pori, memicu timbulnya jerawat.

Pentingnya Pemilihan Pelembab yang Tepat

Pada musim kemarau, kulit kehilangan kelembapan lebih cepat akibat udara kering dan paparan panas, sehingga pemilihan pelembap menjadi penting.

· Pilih pelembap dengan kandungan humektan seperti gliserin atau asam hialuronat untuk menarik air, serta emolien dan oklusif seperti ceramide atau shea butter untuk mengunci hidrasi.

· Hindari produk beralkohol atau pewangi yang dapat mengiritasi. Kulit wajah lebih tipis, sensitif, dan memiliki banyak kelenjar minyak, sehingga pelembap wajah diformulasikan lebih ringan, tidak menyumbat pori (non-comedogenic), dan mengandung bahan aktif sesuai dengan tipe kulit.

· Pelembab untuk wajah dianjurkan yang bertekstur ringan seperti gel, lotion atau cream gel akan terasa lebih nyaman.

· Pelembab untuk badan cenderung lebih kental, kaya emolien, dan difokuskan untuk area kulit yang lebih luas serta lebih tebal.

· Aplikasikan segera setelah mencuci muka dan mandi saat kulit masih lembap dengan jumlah secukupnya, serta oleskan dengan rata.

· Gunakan secara teratur, pagi dan malam, untuk memperkuat skin barrier dan mencegah kekeringan.

Membersihkan Wajah

Membersihkan wajah saat musim kemarau perlu diperhatikan dengan baik agar kulit tidak mudah kering dan iritasi akibat debu serta cuaca panas.

· Pilihlah pembersih wajah berbahan lembut dan ringan serta bebas alkohol agar menjaga kelembapan alami kulit.

· Pilih bahan pembersih berdasarkan jenis kulit dengan bahan aktif yang sesuai. Misalnya aloe vera atau ekstrak chamomile untuk kulit normal, atau salicylic acid dan tea tree oil untuk kulit berminyak.

· Bilas wajah menggunakan air bersih bersuhu biasa dan keringkan dengan handuk bersih dan lembut dengan cara menepuk-nepuknya.

· Metode pembersihan wajah beberapa tahap sangat dianjurkan pada kondisi menggunakan sunscreen tahan air, menggunakan riasan make up dan banyak beraktivitas di luar ruangan serta terpapar debu atau polusi.

Penggunaan Tabir Surya/Sunscreen

· Penggunaan sunscreen juga harus dirutinkan untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV yang meningkat di musim kemarau.

· Pilihlah sunscreen berlabel broad-spectrum dengan minimal SPF 30 dan PA ++++ sebagai pelindung dari sinar UVA dan UVB.

· Oleskan sebanyak 2 ruas jari ke seluruh wajah dan leher 15-30 menit sebelum beraktivitas.

· Seperti produk perawatan lainnya pilih jenis sunscreen sesuai dengan tipe kulit.

Menjaga kesehatan dan kelembapan kulit saat musim kemarau membutuhkan konsistensi serta pemilihan produk yang tepat. Selain factor dari luar yaitu pembersihan wajah dan penggunaan skincare yang tepat serta penggunaan sunscreen secara teratur; factor dari internal yaitu menjaga dan memelihara kesehatan, hidrasi yang cukup dan konsumsi makanan sehat serta bergizi akan membuat kulit terproteksi dari bahaya sinar UV yang meningkat di musim kemarau dan polutan di sekitar. Mulailah merawat kulit demi mendapatkan perlindungan optimal selama cuaca panas dan musim kemarau.

Bagikan Artikel Ini

Kanal Pengaduan aktif